Shalat

Accueil > Fiqh islamique > Shalat

Semua yang perlu diketahui untuk shalat dengan benar: syarat-syaratnya, wudhu, waktu-waktunya, shalat langkah demi langkah, kasus musafir dan hari Jumat. Setiap halaman memaparkan hukumnya, dalil-dalilnya dan perselisihan yang bermanfaat antara 4 mazhab.

Jawaban singkat

Sholat hanya sah dalam keadaan suci: Allah tidak menerima sholat tanpa bersuci (Muslim 224), dan sholat hanya diwajibkan atas orang yang menanggung tanggung jawab syariat (Abu Dawud 4398). Sholat dikerjakan dengan menghadap Ka'bah (al-Bukhari 4216) dan niat adalah rukunnya berdasarkan kesepakatan (al-Bukhari 1). Sebelum setiap sholat, pastikanlah 3 hal: dalam keadaan bersuci, berada pada waktu sholat tersebut, serta tubuh dan pakaian menutupi apa yang wajib ditutupi.

Diperbarui pada 06 Oktober 2026 pukul 22.50

Sebelum mengangkat tangan untuk mengucapkan « Allahu akbar », beberapa syarat harus terpenuhi. Yang pertama datang dalam hadits ini:

Allah tidak menerima shalat tanpa kesucian.Muslim 224

Kesucian sebelum shalat

Ulama semua mazhab sepakat: haram shalat tanpa kesucian, yang berasal dari air atau tanah. Kaidah ini berlaku untuk shalat wajib maupun shalat nawafil, sujud tilawah, sujud syukur dan shalat jenazah. Sebagian ulama terdahulu, seperti asy-Sya'bi dan ath-Thabari, membolehkan shalat jenazah tanpa kesucian, tetapi para ulama menolak pendapat itu.

Sebab dan kewajiban shalat

Shalat hanya dituntut dari orang yang menanggung tanggung jawab syar'i. Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda:

Pena dicabul dari 3 orang: orang yang tidur hingga ia terbangun, anak kecil hingga balig, dan orang gila hingga pulih akalnya.Abu Dawud 4398, Ibnu Majah 2041

Maka orang gila dan orang yang pingsan tidak ada shalat yang harus dikerjakannya selama keadaan itu. Menurut ulama Syafi'i, ketika akal kembali dan masih ada waktu cukup untuk satu takbir saja, shalat pada waktu itu menjadi wajib; jika tidak, ia murni dianjurkan setelah pulih. Adapun orang murtad, pendapat mayoritas (ulama Hanafi, Maliki, Hanbali) adalah shalat tidak dituntut darinya selama kemurtadannya dan ia tidak wajib mengqadha jika kembali ke Islam.

Niat dalam shalat

Niat adalah tekad melakukan amalan ibadah karena Allah semata. Ia rukun shalat berdasarkan ijmak, karena shalat tidak sah tanpanya:

Amalan itu tergantung niatnya.al-Bukhari 1, Muslim 155

Ulama Syafi'i menegaskan bahwa niat harus bersamaan dengan takbir ihram, tidak sebelum dan tidak sesudah.

Arah kiblat shalat

Mukmin shalat menghadap Ka'bah. Al-Bara' bin 'Azib menceritakan bahwa Nabi shalat 16 atau 17 bulan ke arah Baitul Maqdis (Yerusalem) setelah kedatangannya di Madinah, kemudian arah dipalingkan ke arah Makkah; mukmin-mukmin yang sedang shalat langsung berpaling arah (al-Bukhari 4216).

Catatan praktis tentang shalat

Sebelum setiap shalat, periksa dengan 3 hal: apakah aku sudah suci, apakah aku sudah masuk waktu shalat ini, dan apakah badan dan pakaianku menutup apa yang wajib ditutup. Pemeriksaan ini hanya beberapa detik dan menjaga kesahan seluruh shalat.

Sources : Muslim 224 · Abu Dawud 4398 · al-Bukhari 1 · al-Bukhari 4216 · Mawsu'at al-fiqh

Les pages du pilier

  1. Shalat: hukum, waktu, dan qadha
  2. Cara berwudhu langkah demi langkah
  3. Waktu-Waktu 5 Shalat
  4. Rukun dan syarat shalat
  5. Cara shalat: langkah demi langkah
  6. Hal-hal yang membatalkan shalat dan sujud sahwi
  7. Shalat musafir: qashar dan jama'
  8. Shalat Jumat
  9. Shalat-shalat sunnah: rawatib, witir, dan duha
  10. Shalat malam (tahajud) : waktu dan tata caranya
  11. Shalat berjamaah dan ketentuan imam
  12. Adzan dan iqamah : seruan shalat
  13. Tasyahud
  14. Shalawat kepada Nabi dalam shalat
  15. Shalat orang sakit: keringanan menurut kekuatan
  16. Sujud tilawah (sujud saat membaca Al-Qur'an)
  17. Sujud sahwi (sujud kelalaian)
  18. Shalat gerhana (shalatul kusuf)
  19. Shalat istisqa dan permohonan hujan
  20. Mustahadhah: perempuan yang terus-menerus berdarah
  21. Adab masjid: hak-hak dan tata kramanya
  22. Qunut: dalam Witir dan dalam Ujian
  23. Shalat-shalat sunnah: rawatib, tarawih, witir, dan duha
  24. Doa dan zikir setelah shalat
  25. Qada shalat yang tertinggal
  26. Shalat Wanita: Keistimewaan dan Kemudahan
  27. Shalat dua hari raya ('Idul Fitri dan 'Idul Adha)
  28. Shalat di dalam pesawat, kapal dan kendaraan
  29. Kiblat: arah shalat dan cara menentukannya
  30. Al-Fatihah dan bacaan dalam shalat
  31. Pakaian shalat: aurat
  32. Sujud syukur (sujudus syukr)
  33. Waswas dan keraguan memaksa dalam shalat dan wudhu
  34. Sunnah-sunnah Jumat: ghusl, pewangi dan waktu mustajab doa
  35. Shalat khauf (saat perang)
  36. Shalat Tasbih
  37. Istikharah: shalat permintaan petunjuk
  38. Jamak shalat
بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.4 / 29.5
Iluminasi 18%
Bulan baru dalam 4 hari
سبحان الله وبحمده Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi