Ramadhan

Fiqh islamique > Puasa > Ramadhan

Puasa Ramadhan: seluruh ketentuan, syarat, keringanan, dan persoalan menurut empat mazhab.

Jawaban singkat

Puasa bulan Ramadan adalah rukun Islam yang keempat, wajib berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan ijma atas setiap muslim yang telah balig, berakal sehat, dan mampu: « diwajibkan atas kamu berpuasa » (QS al-Baqarah, 183). Puasa mensyaratkan tidak adanya uzur, niat yang dibentuk pada malam hari, dan menahan diri hingga terbenamnya matahari. Hubungan suami istri pada siang hari mewajibkan kafarat: memerdekakan seorang budak, jika tidak maka berpuasa 2 bulan berturut-turut, jika tidak maka memberi makan 60 orang fakir miskin (Abu Dawud 2380); makan karena lupa tidak membatalkan puasa (al-Bukhari 1936, Muslim 1155). Musafir dan wanita hamil berbuka lalu mengqadha, dengan tambahan fidyah menurut madzhab-madzhab, dan orang sakit menahun memberi makan seorang fakir miskin setiap hari.

Diperbarui pada 06 Oktober 2026 pukul 22.50

Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Surah al-Baqarah, 183

Puasa bulan Ramadan adalah rukun Islam keempat, wajib atas setiap muslim yang balig, sehat akalnya, dan mampu menanggungnya. Nabi bersabda: « Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa; puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang membalasnya. » al-Bukhari 1904, Muslim 1151

Status hukum puasa Ramadan

Puasa Ramadan hukumnya wajib (fardhu) berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah, dan ijma'. Allah berfirman: « Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. » Ulama Hanafi merinci bahwa ia wajib atas setiap individu yang merdeka, muqim, balig, sehat akal, tanpa uzur syar'i. Ulama Maliki menambahkan kesucian dari haid dan nifas. Ulama Syafi'i dan Hanbali mensyaratkan juga Islam serta tidak adanya penyelisihan.

Syarat sah puasa

Tiga syarat menjadikan puasa sah: tidak adanya penghalang, niat yang dibentuk pada waktu malam, dan menahan diri dari semua pembatal hingga terbenam matahari. Ulama Syafi'i menambahkan bahwa niat harus diperbarui setiap malam untuk puasa wajib; ulama Hanafi cukup dengan satu niat di awal bulan.

Yang membatalkan puasa Ramadan

Hubungan suami istri pada waktu siang mewajibkan kafarat: memerdekakan budak, jika tidak maka berpuasa 2 bulan berturut-turut, jika tidak maka memberi makan 60 orang miskin (Abu Dawud 2380). Makan dan minum dengan sengaja hanya mewajibkan qadha. Muntah yang tidak sengaja tidak membatalkan puasa berdasarkan ijma' (Ibnu al-Mundzir, al-Ifsah). Tentang muntah yang sengaja, Ibnu Bathal meriwayatkan bahwa Malik, Abu Hanifah, asy-Syafi'i, dan Ahmad sama-sama berpendapat ia mewajibkan qadha, itulah pendapat mayoritas, sedangkan Ibnu Hubairah meriwayatkan perbedaan pendapat di mana Abu Hanifah hanya menjadikannya batal bila melimpah hingga penuh tenggorokan, dan Ahmad memiliki beberapa riwayat.

Rukhshah (keringanan) puasa Ramadan

Musafir boleh berbuka dan mengganti. Perempuan hamil atau menyusui yang khawatir terhadap dirinya atau anaknya boleh berbuka: qadha saja menurut ulama Hanafi, qadha + fidyah menurut ulama Maliki. Orang sakit kronis membayar fidyah: memberi makan seorang miskin setiap hari.

Sunnah dan puasa-puasa sunnah

Sunnah-sunnah puasa: menyegerakan sahur, mengakhirkan berbuka, dan doa saat berbuka. Puasa-puasa sunnah: 6 hari Syawal, Senin dan Kamis, hari-hari putih, hari Arafah, Asyura, dan 8 hari pertama Dzulhijjah.

Tampaknya hilal dan permulaan Ramadan

Bulan dimulai dengan tampaknya hilal. Mayoritas mensyaratkan kesaksian 2 saksi; ulama Hanafi menerima satu saksi untuk Ramadan. Negeri yang berbeda: berpuasa menurut horizon sendiri atau horizon Mekkah, tergantung mazhab.

Bagian-bagian kajian

Perlengkapan Ramadan

Questions fréquentes

Le jeûne de Ramadan est-il obligatoire pour tout musulman ?

Oui, obligatoire (fard) pour tout musulman pubère, sain d'esprit et capable. Les dispensés (voyageur, malade, femme enceinte) rattrapent ou paient la fidya selon les écoles.

J'ai mangé par oubli pendant Ramadan : mon jeûne est-il cassé ?

Non. Le Prophète a dit : « qu'il achève son jeûne, car c'est Allah qui l'a nourri et abreuvé » (al-Bukhari 1936, Muslim 1155).

Se brosser les dents casse-t-il le jeûne ?

Non, tant qu'on n'avale rien. Le siwak est recommandé pendant le jeûne.

La femme enceinte doit-elle jeûner pendant Ramadan ?

Si elle craint pour elle-même ou son enfant, elle peut rompre et rattraper ; certaines écoles ajoutent la fidya si la crainte porte sur l'enfant (Malikites).

Les 6 jours de Chawwal doivent-ils être consécutifs ?

L'avis le plus fort : ils peuvent être étalés sur tout le mois, selon la majorité des savants. Consécutifs par précaution selon certains.

Sumber dan rujukan

Les autres pages du pilier

À explorer aussi sur le site

بسم الله الرحمن الرحيم Rab 24 Rabiul Akhir
الأربعاء 24 ربيع الآخر
هلال متناقص Sabit Tua Hari 25.4 / 29.5
Iluminasi 18%
Bulan baru dalam 4 hari
أستغفر الله Aku memohon ampun kepada Allah

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS. Al-Ahzab: 56

Shalawat Nabi